MATEMATIKA
1. Masalah dalam
kehiduapan sehari-hari menjadi model suatu program linear. Konsep program suatu
linear didasari oleh konsep persamaan danpertidaksamaan bilangan real, sehingga
sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linear dalam sistem bilangan real
banyak digunakan sebagai pedoman dalam menyelesaikan sutu masalah program linear.
2. Model matematika
merupakan cara untuk menyelesaikan masalah real yang dikaji. Pembentukkan model
tersebut dilandasi oleh konsep berpikir logis dan mampu menalar keadaan masalah
nyata ke bentuk matematika.
3. Dua persamaan linear
atau lebih ikatan membentuk kendala program linear-linear jika dan hanya jika
variabel-variabelnya saling terkait dan variabel yang sama memiliki nilai yang
sama sebagai penyelesaian setiap pertidaksamaan liniear pada sistem tersebut. Sistem
pertidaksamaan ini disebut sebagai
kendala.
4. Fungsi tujuan/sasaran
(fungsi objektif) merupaan tujuan suatu masalah program liniear, yang juga
terkait dengan pertidaksamaan program liniear.
5. Nilai-nilai variabel
(x,y) yang memenuhi kendala pada masalah program linear ditentukan melalui
konsep perpotigan dua garis, sedemikian sehingga memenuhi setiap pertidaksamaan
yang terdapat pada kkendla program liniear.
6. Suatu fugids objektif
terdifini pada duatu daerah penyeleaian atau daerah yang memenuhi sistem
pertidaksamaan (kendala) masalah program linear. Fungsi objektif memiliki nilai
jika sistem kendala memiliki daerah peneyelaian atau irisan.
7. Konsep sistem
pertidaksamaan dan persamaan liniear berlau juga untuk sistem kendala masalah
program linniear. Artinya jika sistem tersebut tidak memiliki solusi, maka
fungsi sasaran tidak memiliki nilai.
8. Garis selidiki
merupakan salah satu cara untuk menentukan nilai objektif suatu fungsi sasaran masalah
program liniear dua variabel. Garis selidiki ini merupaakan persamaan garis
fungsi sasaran, ab + by + = k, yang digeser si sepanjang daerah penyelesaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar